Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Pengertian Konformitas dalam aspek pendidikan

14.17 Add Comment
Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompok yang real atau dibayangkan. Bila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu, ada kecenderungan para anggota yang lain untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga. Nilai yang guru tanamkan kepada balita melalui contoh-contoh sederhana seperti guru mengajarkan untuk membuang sampah pada tempat sampah, kemudian guru memberikan pujian kepada murid yang melaksanakan sehinnga murid yang lain sebagai anggota dalam kelompok akan menirukan hal tersebut. Maka dengan proses penanaman nilai melalui contoh-contoh sederhana yang guru ajarkan akan memudahkan dan memperlancar proses penyampaian informasi secara persuasif.

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

12.32 Add Comment
Ada beberapa faktor penting yang justru menghambat mobilitas sosial. Faktor-faktor penghambat itu antara lain sebagai berikut. a. Perbedaan kelas rasial Seperti yang terjadi di Afrika Selatan di masa lalu, dimana ras berkulit putih berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam untuk dapat duduk bersama-sama di pemerintahan sebagai penguasa. Sistem ini disebut Apharteid dan dianggap ber- akhir ketika Nelson Mandela (Gambar 5.1), seorang kulit hitam, terpilih menjadi presiden Afrika Selatan. b. Agama Seperti yang terjadi di India yang menggunakan sistem kasta, menjadikan agama sebagai penghambat terjadinya mobilitas sosial. Hal ini dikarenakan tidak diperkenankannya terjadi interaksi antara manusia yang berbeda kasta. c. Diskriminasi kelas Diskriminasi dalam sistem kelas terbuka dapat menghalangi mobilitas ke atas. Hal ini terbukti dengan adanya pembatasan suatu organisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan, sehingga hanya sedikit orang yang mampu mendapatkannya. Contoh: jumlah anggota DPR yag dibatasi hanya 500 orang, sehingga hanya 500 orang yang mendapat kesempatan untuk menaikan status sosialnya menjadi anggot a DPR. d. Kemiskinan Kemiskinan bilamana keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok warga negara dalam jumlah sukuo dan memadai. dapat membatasi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan mencapai suatu sosial tertentu. Contoh: "A" memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya karena kedua orangtuanya tidak bisa membiayai, sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan status sosialnya. e. Perbedaan jenis kelamin Perbedaan jenis kelamin dalam masyrakat juga berpengaruh terhadap prestasi, kekuasaan, status sosial, dan kesempatan- kesempatan untuk meningkatkan status sosialya.

Pengertian Identitas nasional

17.24 Add Comment
Identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional. Kata identitas dapat diartikan sebagai ciri khas yang menandai tentang sesuatu. Sedangkan nasional berarti memiliki sifat kebangsaan. Identitas Nasional, mengambil pengertian kedua kata tersebut, berarti ciri khas yang menandai keberadaan suatu bangsa. Setiap bangsa yang menegara (nation state) memiliki identitas nasionalnya sendiri-sendiri yang berbeda dengan identitas nasional bangsa lain. Identitas nasional bangsa Indonesia berasal dari sejarah panjang pembentukan bangsa Indonesia dan kondisi sosio-kultural yang melingkupi bangsa Indonesia (Priyanto, 2002). Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang pernah menjadi bangsa terjajah. Sejarah panjang penjajahan ini telah menumbuhkan rasa kebangsaan (nasionalisme) yang membedakan wujud identitas bangsa Indonesia dengan bangsa lain di dunia. Rasa kebangsaan tersebut misalnya berupa kebangkitan nasional yang dipelopori oleh Budi Utomo, semangat sumpah pemuda tahun 1928, dan wujud kemerdekaan negara Indonesia tahun 1945, serta semangat untuk mengisi kemerdekaan. Wujud identitas nasional bangsa Indonesia berupa lambang atau simbol kenegaraan yang sudah diterima dalam kehidupan negara Indonesia. Identitas nasional itu berupa bahasa Indonesia, bendera negara, lagu kebangsaan, lambang negara, dan Pancasila sebagai dasar negara.

Fungsi pemberian kompensasi dan penghargaan

09.24 Add Comment
Kompensasi merupakan semua jenis imbalan yang diterima karyawan atas pengorbanan dan unjuk kerjanya sebagai anggota organisasi. Kompensasi berhubungan dengan konsep keadilan yang akan memengaruhi keberhasilan pemberian kompensasi kepada karyawan. Dilihat dari persepsi karyawan, prinsip keadilan dipengaruhi oleh: ØRasio antara kompensasi dengan masukan seseorang seperti tenaga, pengalaman, pendidikan, lama kerja, dan lain – lain. ØPerbandingan kompensasi yang diterima oleh satu karyawan dengan karyawan yang lainnya berdasarkan perbedaan tanggung jawab, kemampuan, pengetahuan, produktivitas, ataupun keahlian manajerial. Proses penetapan kebijakan kompensasi meliputi: Analisis suatu pekerjaan, Evaluasi pekerjaan, Survei pengupahan dan standar gaji, Rencana – rencana pemberian kompensasi, Penilaian kinerja dan pemberian kompensasi sesuai dengan penilaian kinerja. Secara umum kompensasi keuangan yang diberikan dapat berwujud gaji (dibayar untuk pelaksanaan tanggung jawab suatu pekerjaan) atau upah d(ibayar untuk waktu kerja misal: berdasar jam kerja). Selain dalam bentuk gaji atau upah, ada bentuk kompensasi yang dirancang khusus untuk memotivasi kinerja karyawan dan disebut dengan program insentif. Adapun wujud insentif ini adalah: a) Insentif individual · Bonus: insentif berupa pembayaran khusus di luar gaji apabila karyawan dapat menjual jumlah barang tertentu atau menghasilkan jumlah uang tertentu dari penjualannya. · Merit salary system: insentif individu yang menghubungkan kompensasi dengan kinerja dalam jabatan non-penjualan. · Pay for performance/ variable pay: insentif yang diberikan kepada manajer untuk output yang produktif. b) Insentif perusahaan · Profit sharing: didistribusikan kepada karyawan ketika laba perusahaan melampaui tingkat tertentu. · Gain sharing:didistribusikan kepada karyawan ketika biaya perusahaan dapat dikurangi lewat efisiensi kerja yang lebih tinggi. · Pay for knowledge: tambahan bayaran apabila pekerja mendalami keahlian / pekerjaan baru. Variasi kompensasi lainnya adalah melalui program tunjangan (benefits program) yaitu kompensasi di luar gaji dan upah. Macamnya dapat berupa asuransi dan rencana pensiun. Salah satu trend yang berkembang saat ini adalah cafetarian benefit plan yaitu suatu bentuk rencana tunjangan yang menetapkan batas tunjangan tiap karyawan, masing-masing bisa memilih satu dari berbagai alternatif. Kompensasi non keuangan berwujud kepuasan kerja, yang sumbernya dapat berasal dari pekerjaan itu sendiri maupun dari lingkungan kerja karyawan.

Fungsi Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

01.24 Add Comment
Pelatihan Sumber Daya Manusia merupakan suatu aktivitas untuk mendidik karyawan tentang bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan. Dua kategori utama Pelatihan Sumber Daya Manusia: Pelatihan yang baik memiliki tahap tahap mulai dari menilai kebutuhan organisasi; merumuskan tujuan program, isi program, dan prinsip – prinsip pembelajaran; dan mendesai lingkungan pembelajaran yangkondusif dan nyaman dalam pelatihan. Metode Pelatihan Sumber Daya Manusia yang dipilih dapat dikategorikan dalam dua kategori utama yaitu: · Metode praktis (on the job training) Contoh: rotasi jabatan, magang, penugasan sementara, dan lain-lain · Metode presentasi dan simulasi kelas Contoh: studi kasus, presentasi video, kuliah, dan lain-lain Pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan aktivitas untuk mempersiapkan karyawan dalam melaksanakan tanggung jawab pekerjaan dengan meningkatkan knowledge, skill, ability sesuai yang dibutuhkan di masa datang. Manfaat Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia - Bagi karyawan · Meningkatkan kemampuan mengerjakan suatu pekerjaan, · Menunjang perkembangan karir dan pengembangan keterampilan dimasa datang. - Bagi perusahaan · Merupakan investasi jangka panjang untuk sukses dalam bisnis melalui orang – orang yang berkualitas dibidangnya.