Monitoring merupakan serangkaian kegiatan untuk memantau proses pelaksanaan program pembinaan pendidikan karakter. Fokus kegiatan monitoring adalah pada kesesuaian proses pelaksanaan program pendidikan karakter berdasarkan tahapan atau prosedur yang telah ditetapkan. Evaluasi cenderung untuk mengetahui sejauhmana efektivitas program pendidikan karakter berdasarkan pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Hasil monitoring digunakan sebagai umpan balik untuk menyempurnakan proses pelaksanaan program pendidikan karakter.
Monitoring dan Evaluasi secara umum bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas program pembinaan pendidikan karakter sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Lebih lanjut secara rinci tujuan monitoring dan evaluasi pembentukan karakter adalah sebagai berikut:
1.Melakukan pengamatan dan pembimbingan secara langsung keterlaksanaan program pendidikan karakter di sekolah.
2.Memperoleh gambaran mutu pendidikan karakter di sekolah secara umum.
3.Melihat kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan
program dan mengidentifikasi masalah yang ada, dan selanjutnya mencari solusi yang komprehensif agar program pendidikan karakter dapat tercapai.
4.Mengumpulkan dan menganalisis data yang ditemukan di lapangan untuk menyusun rekomendasi terkait perbaikan pelaksanaan program pendidikan karakter ke depan.
5.Memberikan masukan kepada pihak yang memerlukan untuk bahan pembinaan dan peningkatan kualitas program pembentukan karakter.
6.Mengetahui tingkat keberhasilan implementasi program
pembinaan pendidikan karakter di sekolah.
Tampilkan postingan dengan label Karakter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karakter. Tampilkan semua postingan
Implementasi keterpaduan nilai-nilai karakter dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
Nilai-nilai karakter yang ada dalam pengelolaan sekolah ini pada dasarnya sama dengan prinsip-prinsip manajemen pendidikan yang baik, yaitu mandiri, terbuka, bertanggungjawab, kerjasama/kemitraan, dan partisipatif. Semua nilai karakter ini sering disebut dengan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS. Dengan demikian, dapat dimaknai bahwa apabila sekolah telah melaksanakan MBS dengan baik, pada dasarnya sekolah tersebut telah berkarakter baik, yaitu mampu mengelola sekolah karena mengandung nilai-nilai moral tersebut.
Implementasi pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam MBS ini antara lain:
1.Mandiri.
Dalam penyusunan RKS dan RKAS, pelaksanaan program dan evaluasi, sekolah diharapkan mampu tanpa banyak ditentukan oleh pihak lain, tidak tergantung, tidak menunggu, tidak mengharapkan, tidak “didekte”, serta tidak hanya sekedar mencontoh atau meniru dan mengambil dari pihak lain. Semua yang direncanakan oleh
sekolah memang sesuai kebutuhan sekolah dan atas dasar inisiasi sekolah tanpa melanggar peraturan perundangan yang ada;
2.Bermitra atau bekerjasama.
Dalam menyusun RKS dan RKAS, melaksanakan dan evaluasi program dituntut adanya masukan-masukan atau sekaligus bantuan secara langsung dari para pemangku kepentingan. Namun demikian, kemitraan dalam arti luas tetap menerima dan memerlukan kerjasama dengan pihak lain;
3.Partisipatif.
Makna partisipasi diantaranya adalah, dalam penyusunan RKS dan RKAS, pelaksanaan program serta evaluasi kegiatan, stakeholders terlibat aktif, tercipta kondisi yang terbuka dan demokratis, yaitu semua warga sekolah didorong untuk terlibat secara langsung dalam penyusunan sampai evaluasi program dan kegiatan
sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan,
4.Terbuka.
Setiap orang yang terkait dengan penyusunan RKS dan RKAS, pelaksanaan dan evaluasi program/kegiatan sekolah dapat mengetahui proses dan hasil akhirnya secara keseluruhan;
5.Akuntabel.
Sekolah berkewajiban mempertanggungjawabkan proses dan hasil penyusunan RKS dan RKAS, pelaksanaan, evaluasi, dan hasil-hasil program sekolah kepada pihak-pihak terkait atau publik yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban.
Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Keluarga
Sebenarnya selama ini tanpa disadari semua guru telah menanamkan nilai-nilai yang baik dalam pembentukan karakter anak didiknya. Demikian pula orangtua, dalam kehidupan sehari-hari sering memberi perintah dan larangan yang berkaitan dengan norma yang ada dalam kehidupan, seperti norma susila, norma kesopanan, norma sosial, dan norma agama. Bagi seorang guru, tugasnya bukan sekedar mengajar, tetapi lebih dari itu guru mendidik anak didiknya agar berperilaku baik dan terpuji. Namun penanaman nilai-nilai tersebut tidak dilakukan secara intensif, hanya merupakan sisipan di sela-sela mengajar atau ketika berinteraksi di luar kelas dengan anak didiknya. Oleh karena itulah saat ini bangsa kita berbenah diri dengan mengintegrasikan penanaman karakter melalui semua mata pelajaran, bukan hanya menjadi tugas guru mata pelajaran agama dan pendidikan kewarganegaraan.
Bagi anak, orangtua (ayah ibu) merupakan figur orang dewasa pertama yang dikenal anak sejak bayi. Selain kedekatan karena faktor biologis, anak biasanya cukup dekat dengan ayah ibunya karena hampir seluruh hidupnya dekat dan dihabiskan bersama orangtuanya. Oleh karena itu, ayah ibu meniliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak, termasuk perkembangan karakternya. Berka-itan dengan hal itu, maka orangtua perlu belajar tentang bagaimana mengembangkan karakter yang baik bagi anak-anaknya.
Keluarga yang sehat dicirikan dengan keterlibatan orangtua dalam mendidik anak. Dengan keterlibatan orangtua anak akan mengidolakannya sebagai figur yang patut ditauladani dan anak merasakan memiliki hubungan emosional yang lebih kuat dengan orangtuanya. Dengan seringnya orangtua berkomunikasi dengan anak, maka anak merasa diperhatikan dan orangtua merasa dihormati. Jadi, orangtua harus dapat menjadi taula-dan bagi anak-anaknya jika menginginkan anak-anaknya memiliki karakter yang baik dan terpuji, karena satu tauladan lebih baik daripada seribu nasehat yang diucapkan setiap hari.
Nilai-nilai Karakter Pokok dan Utama
Ada banyak nilai yang dapat dikembangkan pada peserta didik. Menanamkan semua butir nilai tersebut merupakan tugas yang sangat berat. Oleh karena itu perlu dipilih nilai-nilai tertentu sebagai karakter utama yang penanamannya diprioritaskan. Bagi anak tingkat SD/SMP, karakter utama yang dapat ditanamkan adalah:
1.Kereligiusan
Pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasar-kan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.
2.Kejujuran
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain.
3.Kecerdasan
Kemampuan seseorang dalam melakukan suatu tugas secara cermat, cepat, dan tepat.
4.Ketangguhan
Sikap dan perilaku pantang menyerah atau tidak mudah putus asa ketika menghadapi berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan atau tugas sehingga mampu mengatasi kesulitan dalam meraih tujuan.
5.Kedemokratisan
Cara berfikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
6.Kepedulian
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyim-pangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya.
7.Kemandirian
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8.Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif
Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki.
9.Keberanian mengambil risiko
Kesiapan menerima risiko/akibat yang mungkin timbul dari tindakan yang dilakukan.
10.Berorientasi pada tindakan
Kemampuan untuk mewujudkan gagasan menjadi tindakan nyata.
11.Kepemimpinan
Kemampuan mengarahkan dan mengajak individu/kelompok untuk mencapai tujuan dengan berpegang pada asas-asas kepemimpinan yang berbudaya.
12.Kerja keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berba-gai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
13.Tanggung jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME.
14.Gaya hidup sehat
Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat meng-ganggu kesehatan.
15.Kedisiplinan
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
16.Percaya diri
Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.
17.Keingintahuan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
18.Cinta ilmu
Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.
19.Kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain
Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain.
20.Kepatuhan terhadap aturan-aturan sosial
Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan umum.
21.Menghargai karya dan prestasi orang lain
Sikap dan tindakan yang mendorong untuk menghasilkan sesuatu yang bergu-na bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
22.Kesantunan
Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang.
23.Nasionalis
Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.
24.Menghargai keberagaman
Sikap memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku, dan agama.
Implementasi Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi dalam Pendidikan Karakter
Supervisidan monitoring tidak bisa dipisahkan, yaitu sama-sama untuk memberikan solusi ketika terjadi permasalahan di lapangan. Keuntungan atau tujuan khusus supervisi adalah untuk memberikan solusi, sedangkan monitoring untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan. Untuk tujuan tertentu, supervisi, monitoring, danevaluasi dapat dilaksanakan secara bersama-sama. Dalam kerangka pelaksanaan supervisi dan monitoring program dan kegiatan pendidikan karakter, dapat dikembangkan berbagai macam instrumen sesuai dengan tujuan supervisi dan monitoring.
Langkah-langkah utama yang perlu ditempuh dalam supervisidanmonitoring pelaksanaan program pendidikan karakter ini antara lain:
1) Pengembangan instrumen,
2) Evaluasi dirioleh sekolah,
3) Verifikasi dan klarifikasi oleh petugas supervisi dan monitoring,
4) Melaksanakan observasi lapangan tentang pelaksanaan pendidikan karakter,
5) Mendiskusikan temuan dan permasalahan di lapangan, dan
6) Memberikan jalan keluar atau mengatasi permasalahan.
Kegiatan supervisidan monitoring dapat dilakukan oleh internal sekolah seperti kepala sekolah atau penanggungjawab kegiatan, sedangkan dariluar sekolah dapat dilakukan oleh berbagai instansi yang terkait (pemerintah daerah, pemerintah, komite sekolah) dan orang tua peserta didik serta masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)

