Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Pengomposan sebagai bahan penting untuk kepentingan tanah-tanah pertanian

13.01 Add Comment


Pengomposan merupakan penguraian dan pemantapanbahan- bahan organik secara biologis dalam temperatur thermophilic (suhu tinggi) dengan hasil akhir berupa bahan yang cukup bagus untuk diaplikasikan ke tanah. Pengomposan dapat dilakukan secara bersih dan tanpa menghasilkan kegaduhan di dalam maupun di luar ruangan. Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara aerobik maupun anaerobik, denganatau tanpa bahantambahan. Bahan tambahan yang biasa digunakan aktivator kompos atau menggunakan cacing guna mendapatkan kompos (vermicompost). Keunggulan dari proses pengomposan antara lain teknologinya yang sederhana, biaya penanganan yang relatif rendah, serta dapat menangani sampah dalam jumlah yang banyak (tergantung luasan lahan).
Pengomposan secara aerobik paling banyak digunakan, karena mudah dan murah untuk dilakukan, serta tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit. Dekomposisi bahan dilakukan oleh mikroorganisme di dalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara. Sedangkan pengomposan secara anaerobik memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organik.
Hasilakhir dari pengomposan ini merupakan bahan yang sangat dibutuhkan  untuk  kepentingan  tanah-tanah  pertanian  di Indonesia, sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia, fisika dan biologi tanah, sehingga produksi tanaman menjadi lebih tinggi.  Kompos  yang  dihasilkan  dari  pengomposan  sampah dapatdigunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis, menggemburkan kembali tanahpertanian, menggemburkan kembali tanah petamanan, sebagai bahan penutup sampah di TPA, eklamasi pantai pasca penambangan, dan sebagai media tanaman, sertamengurangi penggunaan pupuk kimia.
Bahanbaku pengomposan adalah semua materialorganik yang mengandung karbon dan nitrogen, sepertikotoran hewan, sampah hijauan, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian. Berikut disajikanbahan-bahan yang umum dijadikan bahan baku pengomposan.

Pemanfaatan Sumber Daya Tanah

09.41 Add Comment

Tanah adalah bagian paling atas dari litosfer yang secara alamiah merupakan media tumbuh tanaman.Tanah terdiri atas empat bahan utama, yaitu mineral hara yang berasal dari batuan yang telah mengalamipelapukan baik secara fisika maupun kimiawi, unsur air,udara, dan komponen bahan organik. Persentase kandungan keempat bahan dasar tanah ini berbeda dalam  setiap jenis tanah. Apabila sumber daya tanahmemiliki persentase unsurhara lebih banyak jika dibandingkan dengan bahan organiknya maka disebut jenis tanah mineral, sedangkanjika kandungan bahan organiknya lebih banyak maka disebut tanah organik(humus). Beberapa contohjenis tanah yang terdapat di wilayah Indonesia, antara lain tanahvulkanis, andosol, tanah aluvial, regosol, dan laterit. Untuk dapat memanfaatkan sumber daya tanahdengan optimal, terutama dalamsektor agraris, beberapa sifat fisik dan kimiapenyubur tanah perlu diperhatikan, seperti tekstur,struktur, keasaman tanah, kandungan mineralhara dan humus,serta kandungan air tanah. Selain dimanfaatkan dalam sektor agraris, tanah juga dimanfaatkan sebagai fungsi sosial, yaitu sebagai tempat hidup (tempattinggal), dan aktivitas sosial lainnya.

Tanah yang dapat dipulihkan kesuburannya dengan berbagai macam cara, antaralain melalui proses pemupukan. Oleh karena itu, tanah termasuk ke dalam sumber daya alam yang dapat diperbarui atau dipulihkan.

Pemanfaatan Sumber Daya Perkebunan

05.04 Add Comment
Bentuk optimalisasi dan pemanfaatan lainnya dari sumber daya lahan yaitu melalui kegiatan perkebunan. Selain faktor tanah dan ketersediaan air, faktor alam lain yang sangat diperhatikan dalam budidaya perkebunanadalah unsur iklim. Anda tentu mengetahui pembagian zona iklim menurut Junghun.
Menurut Junghun budidaya tanaman perkebunan biasa dikelompokkan berdasarkan garis ketinggian yang berhubungan dengan zona iklimnya, yaitu sebagai berikut.
  1. Di daerah zona panas (dataran rendah), biasa dibudidayakan tanaman kelapa, tebu, dan jagung.
  2. Batas pantai sampai sekitar ketinggian 700 meter diatas permukaan laut sangat cocok untuk dikembangkan tanaman tebu, karet, dan kopi.
  3.   Ketinggian sekitar 700–1.500 meter di atas permukaan laut, jenis tanaman perkebunan yang biasa diupayakan penduduk antara lain teh, kina, dan hortikultur.
Dilihat dari jenis komoditas yang dibudidayakan, tanaman perkebunan dibedakan menjadi dua, yaitu tanaman keras, seperti teh, kopi, karet, kelapa, kelapa sawit, cokelat, cengkeh, dan pala, serta tanaman musiman seperti tembakau, dan tebu. Adapun berdasarkan bentuk pengusahaannya, kegiatan perkebunan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunanbesar.

Sumber Daya Alam Hayati Hewan dan Tumbuhan

01.23 Add Comment

Selain manusia, makhluk hidup lainnya penghuni planet bumi adalah hewan dan tumbuhan. Dalam konteks sumber daya alam, kedua organisme ini disebut sumber daya alamhayati (biotik). Secara umum, kekayaan alam hewani dibedakan menjadi dua, yaitu kelompok hewan liar dan hewan ternak. Sumber daya hewan dikatakan liar jika hidup secara alamiah pada habitat aslinya tanpa campur tangan manusia. Peternakan merupakan upaya pembudidayaan berbagai jenis hewan untuk tujuan-tujuan tertentu. Misalnya, dimanfaatkan daging atau susunya dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani, dimanfaatkan kulit atau bulunya, maupun tujuan-tujuan lain. Selain sektor peternakan, bentuk pemanfaatan sumber daya hewan dapat juga berupa sektor perikanan. Dilihat dari jenis yang dibudidayakannya dikenal tiga jenis hewan ternak yaitu kelompok ternak besar, kecil, dan unggas. Jenis hewan yang termasuk ke dalam kelompok ternak besar adalah sapi, kerbau, dan kuda. Hewan ternak kecil antara lain biri-biri (domba), kambing, babi, dan kelinci. Adapun ternak unggas merupakan budi daya berbagai jenis burung, ayam, itik, bebek, dan angsa. Dalam sektor perikanan dikenal perikanan air tawar (sungai, danau, sawah, atau empang), air payau (tambak), dan perikanan laut. Sumber daya alam hayati lainnya adalah flora atau vegetasi, baik yang tumbuh alamiah di hutan dengan beraneka ragam spesies tanaman yang ada di dalamnya maupun yang sengaja dibudidayakan manusia dalam bentuk usaha pertanian dan perkebunan. Hewan dan tumbuhan termasuk sumber daya alam yang dapat dipulihkan melalui pengembangbiakan dan penanaman kembali.