Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan

Mengenal Hewan Amphibi

00.38 Add Comment
Amphibi hidup di darat dan di air, merupakan perkembangan lebih lanjut dari ikan air tawar .Oleh karena evolusi amphibi mempunyai alat-alat kehidupan yang sesuai dengan kebutuhan hidup di darat. Misalnya bernafas dengan paru-paru, sepasang bentuk kaki yang berfungsi ganda , untuk berjalan dan berenang. Amphibi berkulit halus, tipis dan licin serta mengandung kelenjar, belum mempunyai pusat pengatur suhu tubuh. Kekhasan dari katak misalnya, semasa bayi (berudu) ia hidup diair dan berbafas dengan insang (seperti ikan), setelah dewasa menjadi katakbernafas dengan paru-paru sebagaimana layaknya hewan darat. Dengan demikian katak menjadi bukti bahwa memang ada peralihan kehidupan air (ikan) ke dalam bentuk kehidupan darat. Amphibia merupakan hewan ektotermil dengan laju metabolisme relatif dan metabolisme tersebut sedikit pengaruhnya teradap suhu tubuh normalnya . Kisaran suhu optimum bagi amphibia sangat bervariasi seiring dengan variasi spesies Sebagai contohnya ; spesies salamander yang menpunyai suhu tubuh rata-rata 7 derajat celcius sampai 25 derajat celcius. Amphibia menghasilkan panas sedikit dan sebagian besar dari mereka kehilangan panas dengan sangat cepat melalui evaporasi dari pemukaan tubuhnya , sehingga amphibia sangat sulit untuk mengontrol suhu tubuh Akan tetapi adaptasi perilaku memungkinkan bagi amphibia untuk beradaptasi dalam waktu yang lebih lama dengan berpindah dari tempat yang satu ketempat yang lain . Yang lebih memungkinkan selain itu ada amphibia yang dapat bertahan dimusim dingin , contohnya pada katak Amerika Utara seringkali menghabiskan musim dingin dalam keadaan sebagian besar tubuhnya membeku , sebagian besar darah dan cairan interstisialnya berubah menjadi es tetapi sel – selnya dan sebuah lapisan tipis air yang mengelilingi sel –sel tersebut tetap dijaga agar tidak membeku. Dengan adanya protein khusus dan kadar glukosa yang tinggi diseluruh tubuh katak itu tanpa pelindung ini kristal es akan merobek dan akan menghancurkan membran sel itu dan katak itu akan mati. Katak itu dapat melewati musim dingin tanpa makan dan laju metabolismenya sedemikian rendah , sehingga sel – selnya dapat bertahan hidup hanya dengan mengandalkan sumber energi yang dimiliki saat mulai membeku ,pada hatinya mensekresikan zat kimia pelindung pembekuan ke dalam darah katak itu , hal tersebut merupakan proses penyesuaian fisik dan homeostatis .

Tikus sebagai Hewan sebagai sumber penularan

13.08 Add Comment
Tikus sebagai Hewan sebagai sumber penularan

Contoh hewan yang bersifat sebagai sumber penularan antara lain: tikus yang kejangkitan penyakitpes. Sebenarnya penyakit pes itu bukan penyakit manusia, melainkan penyakit-penyakit hewan mengerat pada umumnya dan penyakit tikus pada khususnya. Dalam darah tikus yag menderita pes terdapat basil- basil pes. Pinjal-pinjal yang hidup pada pemukaan tubuh tikus hidupnya dari darah tikus yang ditempati.Pada waktu pinjal-pinjal itu menghisap darah si tuan rumah, turut pula ke dalam tubuh pinjal  itu  basil-basil  pes.  Bila  tikus  itu  mati,  maka  sumber makanan bagi  pinjal-pinjal itu  tentunya akan  hilang. Dicarinya sumber makan lain, yaitu tikus-tikus lain. Pinjal itu berpindah ke tikus-tikus ini dan hidup dari darahnya. Pada waktu menghisap darahnya, masuklah basil-basil pes yang sudah terdapatdalam tubuh pinjal-pinjal itu. Dengan demikian, penyakit pes menjalar dari tikus satu ke tikus yang lain. Bila karena suatu hal pinjal- pinjal  yang  sudah  mengandung  basil-basil  pes  ini  menggigit manusia, maka orang mungkin akan kejangkitan penyakitpes

Peternakan hewan besar, Peternakan kecil, dan Peternakan unggas

09.09 6 Comments
Berdasarkan jenis sumber daya hewan yang dibudidayakan peternakan dibedakan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, kecil, dan unggas
1) Ternak Besar
Hewan ternak besar yang sangat potensial untuk dibudidayakan adalah sapi. Jenis sapi yang biasa diupayakan penduduk terdiri atas dua jenis, yaitu sapi potong dan sapi perah.
Pembudidayaan atau ternak sapi potong banyak dijumpai di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, sedangkan daerah persebaran ternak sapi perah antara lain Lembang (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), dan Grati (Jawa Timur). Daerah yang paling cocok untuk pemeliharaan sapi perah adalah di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Hal ini sangat berkaitan dengan salah satu syarat hidupnya yaitu suhu yang sejuk. Sebagian besar sistem peternakan sapi yang dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur dilakukan dengan cara dibiarkan berkeliaran secara bebas di kawasan padang rumput hanya sewaktu-waktu saja dikandangkan. Dari ternak ini dapat dihasilkan antara lain daging, susu, kulit, dan tanduk.
Kerbau merupakan komoditas ternak besar kedua yang juga banyak dimanfaatkan tenaganya oleh penduduk. Binatang ini banyak dipelihara di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Selain itu juga terdapat di Tana Toraja Sulawesi Selatan. Hewan ternak besar lainnya adalah kuda. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai alat transportasi yang utama sebelum ada sarana transportasi kendaraan bermotor. Jenis kuda yang biasa diternakkan di Indonesia berasal dari Arab Saudi, Persia, dan Mongolia. Kuda-kuda impor yang berasal dari ketiga negara tersebut, kemudian dikawinsilangkan untuk memperoleh jenis yang baru, dengan harapan untuk memperoleh keturunan unggul, seperti kuda Sandel (Sandel Wood) di Sumbawa, kuda batak, dan kuda di Pulau Jawa.
Pada saat ini, telah banyak upaya dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas ternak kuda, yaitu dengan cara melakukan kawin silang antara kuda jenis Australia dengan kuda sandel. Sebagaimana diketahui wilayah Sumbawa merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masih mengusahakan ternak kuda dalam skala besar. Selain untuk di ekspor, fungsi utama kuda sandel adalah untuk membajak lahan pertanian penduduk.
2) Ternak Kecil
Ternak kecil terdiri atas jenis hewan domba (biri-biri), kambing, dan kelinci. Usaha pemeliharaan domba atau kambing ditemui hampir di seluruh wilayah tanah air, walaupun dalam skala kecil. Di wilayah perdesaan banyak penduduk yang memelihara hewan ini sebagai usaha sampingan pertanian. Ada dua cara pemeliharaan kambing yang umum dilakukan penduduk, yaitu melalui system penggembalaan di kawasan tegalan atau dengan cara dikurung di kandang, hanya sewaktu-waktu dilepas atau digembalakan. Selain dimanfaatkan dagingnya untuk konsumsi masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani, manfaat yang dapat diambil dari pemeliharaan kambing adalah kulit, susu, dan bulunya. Kulit kambing merupakan salah satu baku industri sepatu dan tas, sedangkan bulu domba adalah bahan baku kain wool yang
relatif mahal harganya. Misalnya, bulu biri-biri merino yang sangat terkenal karena sangat tebal dan berkualitas tinggi. Ternak babi banyak diupayakan penduduk di daerah Bali, Nusa Tenggara Timur, Papua, Tapanuli, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Adapun hewan kelinci biasa diupayakan penduduk yang tinggal di wilayah dataran tinggi, karena hewan ini sangat cocok hidup di wilayah sejuk.
3) Ternak Unggas
Unggas merupakan kelompok hewan yang bersayap. Beberapa jenis hewan unggas, seperti ayam, itik, bebek, angsa, serta burung puyuh banyak diternakan oleh penduduk, baik dalam skala kecil dan sederhana, serta diperuntukkan bagi pemenuhan keperluan keluarga, maupun yang yang diupayakan secara profesional dengan teknologi peternakanyang modern. Beberapa jenis komoditas peternakanunggulan antara lain:
  •  itik alabio yang berasal dari Kalimantan Selatan yang berkualitas baik;
  • ayam ras broiler, dipelihara sebagai ayam pedaging;
  • ayam ras leghorn, dipelihara sebagai ayam petelor; dan
  • ayam buras (bukan ras) atau ayam kampung.





Pengolahan udang menjadi sumber konsumsi manusia

10.54 Add Comment
Pengolahan udang menjadi sumber konsumsi manusia


Udang merupakan jenis ikan konsumsi airpayau, badan beruas berjumlah 13 (5 ruas kepala dan 8 ruas dada) dan seluruh tubuh ditutupi oleh kerangka luar yandisebut  eksosketelon.  Umumnya  udang  yang  terdapat  di  pasaran sebagian besar terdiri dari udanglaut. Hanya sebagian kecil saja yang terdiri dari udang air tawar, terutama di daerah sekitar sungai besar dan rawa dekat pantai. Udang air tawar pada umumnya termasuk dalam keluarga Palaemonidae,  sehingga  parahli  sering  menyebutnya  sebagai  kelompok udang palaemonid. Udanglaut, terutama dari keluarga Penaeidae, yang bisa disebut udangpenaeid oleh para ahli.. Manfaat Udang antara lain


!)  Udangmerupakan bahan makanan yang mengandung protein tinggi, yaitu
21%, dan rendah kolesterol, karena kandungan lemaknya hanya 0,2%. Kandungan vitaminnya dalam 100 gram bahan adalah vitamin A 60 SI/100; dan vitamin B1 0,01 mg. Sedangkan kandungan mineral yang penting adalah zat kapur dan fosfor, masing-masing 136 mg dan 170 mg per 100 gram bahan.
2) Udangdapat diolah dengan beberapa cara, seperti beku, kering, kaleng, terasi, krupuk, dll.
3) Limbah pengolahan udang yang berupa jengger (daging di pangkal kepala)
dapat dimanfaatkan untuk membuat pasta udang dan hidrolisat protein.
4) Limbah yang berupa kepala dan kaki udang dapat dibuat tepung udang, sebagai sumber kolesterol bagi pakan udangbudidaya.
5) Limbah yang berupa kulit udang mengandung chitin 25% dan di negara maju sudah dapat dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, bioteknologi, tekstil, kertas, pangan, dll.
6) Chitosan  yang  terdapat  dalam  kepala  udang dapat  dimanfaatkan  dalam industri kain, karena tahan apidan dapat menambah kekuatan zat pewarna dengan sifatnya yang tidak mudah larut dalam air.




Sejarah dan Manfaat Burung Puyuh

12.12 Add Comment
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang- kandang ternak yang ada di Indonesia. Burung puyuh dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi manusia diantaranya meliputi : 1) Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi danrasa yang lezat 2) Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya 3) Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman