Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Sumber-sumber yang dapat dijadikan Air Minum

02.30 Add Comment



Pada prinsipnya semua air dapat diprosesmenjadi air minum. Sumber-sumber air ini, sebagaiberikut:
1.    Air hujan
Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum, tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu, agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya.
2.    Air sungai dan danau
Air sungai dan danau berdasarkan asalnya juga berasal dari air hujan yang mengalir melaluisaluran-saluran ke  dalam sungaiatau danau. Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran, maka  bila  akan  dijadikan air  minum  harus  diolah  terlebih dahulu.
3.    Mata air
Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah. Oleh karena itu, air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum  langsung.  Tetapi  karena  kita  belum  yakin  apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelumdiminum.
4.  Air sumur
(1)Air  sumur  dangkal  adalah  air  yang  keluar  dari  dalam tanah, sehingga disebutsebagai air tanah. Air berasal dari lapisan air di dalam tanah yang dangkal. Dalamnya lapisan air ini dari permukaantanah dari tempatyang satu ke yang lain berbeda-beda. Biasanya berkisarantara 5 sampai  dengan  15  meter  dari  permukaan  tanah.  Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaantanah masih ada. Olehkarena itu perlu direbus dahulusebelum diminum.
(2)Air sumur dalam yaitu air yang berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. Dalamnya dari permukaan tanah biasanya lebih dari 15 meter. Oleh karena itu, sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan).

Mencegah Keracunan Makanan karena pengolahan atau pemasakannya yang tidak sempurna

01.19 Add Comment
Banyak  kasus   keracunan  makanan yang   meminta  korban. Korban terkaparkesakitan usai mengkonsumsi makanan kecil sampai harus dibawa kerumah sakit. Usut punya usut, makanan kecil yang mereka santap ternyata dibubuhi racun sianida. Kasus keracunan makanan macam itu boleh dibilang bentuk "kecelakaan"yang sering terjadi. Pesta pernikahan, ulang tahun, penyediaan makanan bagi karyawan suatu perusahaan, dsb. adalah beberapa contoh lain kegiatan melibatkan makanan yang ditengarai rawan keracunan. Dengan kata lain, kegiatanpenyediaan makanan dalam jumlah besar seperti dilakukan perusahaan katering, rumah makan, dan industri makanan, berpeluang memunculkan masalah keracunan. Kalau kasus keracunan, kerugian akan menimpa banyak pihak. Konsumen mendapat rasa sakit. Bahkan pada kelompok berisiko tinggi  seperti  balita,  lansia,  atau  orang  sakit  bisa  berisiko kematian. Sementaraprodusen atau  penyedia makanan akan menderita penurunan, atau kehilangan, kepercayaan konsumen. Biang keladinya macam-macam keracunan makanan sejatinya gejala klinis atau gangguan kesehatan akibat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi racun. Bisa berasal dari bahan kimia, racun alami makanan,atau mikroorganisme. Kalau terjadi akibat bahan kimia,  biasanya itu  gara-gara kecerobohan atau kesengajaan. Bahan itu di antaranya sianida, pestisida yang digunakan berlebihan pada produk pertanian, dan bahan kimia rumah tangga. Makananyang dari sononya sudah menyimpan racun juga bisa menimbulkan keracunan.
Biasanya akibat pengolahan atau pemasakannyakurang sempurna atau dikonsumsi mentah-mentah. Contoh,
·         Singkong dan daunnyamengandung zat amidalin. Sewaktu- waktu     asam   sianidanya   dapat   terlepas   dari   ikatannya sehingga bisa menimbulkan keracunansianida.
·         Biji jengkol mengandung asam jengkol yang sukar larut dalam air.
·         Kentang  dengan  racun  solanin  bisa  menimbulkan  gejala muntah-muntah, diare, sakit kepala, sakit perut, dan badan lemah.


·         Mikroorganisme yang mencemari makanan berulah dengan cara mengeluarkan racun (bacterial food poisoning) atau menginfeksi saluran pencernaan (bacterial food infection). Clostridium botulinum adalah  contoh  mikroorganisme yang meracuni dengan cara mengeluarkan racun. Penderita yang terserang toksin ini umumnya meninggal karena kesulitan bernapas. Bakteri ini sering terdapat pada makanan kaleng yang sudah rusak, umpamanya kaleng kembung, berkarat, bocor, segel rusak, isinya menggelembung, berbau, atau berwarna tak normal.Juga Pseudomonas cocovenans yang menghasilkan   racun     pada     tempe     bongkrek,     dan Staphylococcus aureus yangmengeluarkan toksin pada makanan berprotein tinggi (daging, telur, susu, ikan) dan makanan yang  disiapkan dalam  jumlah  besar.  Sedangkan yang   menginfeksi    saluran    pencernaan    di    antaranya Salmonella sp., penyebab salmonellosis. Orang bisa menularkan penyakit ini  bila  menderita sakit  atau  sebagai pembawa (karier). Makanan yang sering tercemar salmonella antara lain daging atau hasil olahannya, telur retak, dan makanan yang disimpanpa-da suhu 10 - 60 derajat C (danger zone). Jangan abaikankebersihan diri.

Macam/ jenis-jenis umbi-umbian

18.52 Add Comment


Umbi-umbian adalah bahan nabati yang diperoleh dari dalam tanah, ,isalnya ubi kayu, ubi jalar, kentang, garut, kunyit, gadung, bawang, jahe, kencur, kimpul, talas, gembili, ganyong, bengkuang dan sebagainya.    Pada umumnya umbi-umbiantersebut sebagai sumber karbohidrat terutama pati.
Macam/ jenis-jenis umbi-umbian antara lain adalah :
1.   Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz)
Di Indonesia ubi kayu atau singkong mempunyai arti ekonomi terpentingdibandingkan dengan jenis umbi-umbianyanglain. Selain dapat dikonsumsi dalam bentuk singkong rebus/goreng, tape dan lain-lain, ubi kayu juga sering diolah menjadi gaplek, tepung gaplek dan tepung tapioca yang merupakan bahan setengah jadi. Ubi kayu biasanya diperdagangkan dalam bentuk masih berkulit. Umbinya memiliki kulit yang terdiri dari 2 lapis yaitu kulit luar dan kulit dalam. Daging umbi berwarna putih atau kuning.
2.   Ubijalar (Ipomea batatas L.)
Kulit ubi jalar relatif lebih tipis disbanding kulit ubi kayu. Warna daging,, putih, jingga, ungu, merah, kuning. Warna kulit biasanya putih kekuningan, atau merah ungu dan tidak selalu samadengan warna daging umbi. Bentuknya juga tidak seragam.
3.   Talas (Colocasia esculenta (L.)Schoot)
Talas umbinya berbentuk lonjong samoai agak bulat berdiameter sekitar 10 cm. Kulit talas berwarna kemerah-merahan. Kulit talas kasar karena terdapat bekas-bekas pertumbuhan akar. Warna dagig talas putihkeruh.
4.   Gadung (Dioscorea hispia Dennst)
Umbi gadung berbentuk bulat panjang dengansisi hampir sejajar atau melebar terhadap puncak, luasnya semakin menyempit disekeliling alas. Umbi yang sudah masak erwarna kuning kecoklatan, berbulu halus panjang 5-6 cm. Berdasarkan warna daging dikelompokkan menjadi gadung putih dan gadung kuning. Contoh gadung putih : gadung betul, kapur, putihpunel, arintil. Contoh gadung kuning adalah gadung kunyit dan padi.
5.   Garut (Marantha arundinacea L.)
Umbi garut merupakan rhizoma dari tanaman garut.Umbi garut berwarna putuh dan dibungkus dengan sisik-sisik secara teratur. Sisik berwarna putih sampai coklat pucat.
6.   Kimpul (Xanthosoma violaceum Schoott)
Bentuk umbi kimpul silinder sampai agak bulat, terdapat ruas dengan beberapa bakal tunas. Jumlah umbi anak dapat mencapai 10 buah atau lebih. Dengan panjang sekitar 12- 25 cm dan diameter 12-15 cm dan umbi yang diohasilkan biasanya memiliki berat 300 1000 gram.
7.   Gembili (Dioscorea aculeate L.)
Bentuk umbi gembili pada umumnya bulat lonjong, tetapi ada juga bentuk bercabang. Permukaan umbi licin. Warna kulit umbi krem sampai coklat muda, dan warna daging umbi putih bening sampai putih keruh.