Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Komoditas Perdagangan Luar Negeri

11.09 Add Comment
Secara umum komoditas perdagangan luar negeri Indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu komoditas ekspor dan komoditas impor. Komoditas ekspor Indonesia berasal dari sektor minyak dan gas bumi (migas), dan non migas. Komoditas ekspor Indonesia dari sektor migas memegang peranan penting bagi pendapatan negara. Sampai saat ini negara Indonesia masih menitikberatkan sektor migas sebagai salah satu sumber devisa negara terbesar, di samping beberapa komoditasnon migas lainnya. Hal ini terbukti dari tujuh jenis penghasil devisa negara, sektor migas menduduki peringkat pertama. Daerah tujuan ekspor migas Indonesia adalah Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Australia. Jepang adalah tujuan ekspor migas terbesar Indonesia, yaitu hampir mencapai 50% dari total ekspor migas. Komoditas ekspor lainnya berasal dari sektor non migas. Komoditas yang termasuk kelompok non migas ini meliputi: a) hasil pertambangan terutama timah, bauksit, tembaga, besi baja, dan nikel; b) hasil perkebunan, seperti karet dan kopi; c) hasil kehutanan terutama kayu; dan d) hasil industri terutama hasil industri tekstil. Kayu merupakan komoditas ekspor terbesar kedua setelah sector migas. Negara tujuan ekspor kayu adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa. Komoditas kayu dieksporoleh Indonesia ke negara lain dalam bentuk kayu gelondongan dan kayu olahan, seperti kayu yang telah dipotong-potong maupun jenis kayu lapis. Dalam sektor perkebunan, komoditas ekspor utamanya berupa karet alam. Di dunia, Indonesia merupakan salah satu pengeksporkaret alam yang cukup diperhitungkan. Dilihat dari urutan komoditas ekspor Indonesia, karet alam menduduki peringkat ketiga penghasil devisa setelah minyak dan gas bumi serta kayu. Negara tujuan ekspor antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa. Jenis komoditas yang diimpor Indonesia antara lain bahan baku industri dan barang konsumsi. Beberapa contoh komoditas yang masih diimpor meliputi mesin-mesin industri tekstil, suku cadang kendaraan bermotor, dan komponen elektronika.

Lembaga-Lembaga Penunjang pasar modal Indonesia

21.56 Add Comment
Lembaga penunjang pasar modal Indonesia terdiri dari: 1. Biro Administrasi Efek, yaitu Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek. Untuk mendaftarkan dan mengadministrasikan saham yang pemodal beli menjadi atas nama pemodal tersebut, diperlukan biaya sesuai yang ditetapkan oleh BAE 2. Kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Jasa yang diberikan Kustodian adalah menyediakan tempat yang aman bagi surat-surat berharga (Efek) dan mencatat dan membukukan semua penitipan pihak lain secara cermat (jasa administrasi) 3. Wali Amanat adalah lembaga yang ditunjuk oleh emiten untuk mewakili kepentingan para pemegang obligasi. Kegiatan usaha sebagai Wali Amanat dapat dilakukan oleh: Bank Umum dan pihak lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah 4. Pemeringkat Efek adalah lembaga yang berperan sebagai pemeringkat, yaitu penilaian kemampuan membayar kembali surat hutang dan jasa Informasi yaitu penerbitan informasi mengenai perusahaan di pasar modal.

Pengertian Laporan Keuangan dan Macam/Jenis Laporan Keuangan

12.01 Add Comment
Laporan keuangan merupakan hasil akhir proses akuntansi. Kinerja sebuah badan usaha dapat dinilai berdasarkan laporan yang dibuat secara periodik. Laporan keuangan tersebut meliputi laporan rugi-laba, laporan ekuitas pemilik, neraca dan laporan arus kas. Pengertian laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah sebagai berikut: laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan alat yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi keuangan dari suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan eksistensi suatu perusahaan (pihak intern danpihak ekstern). Tujuan laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Berikut adalah berbagai jenis laporan keuangan yang sering digunakan: a. Neraca. Neraca Merupakan laporan yang menyajikan gambaran sumber- sumber perusahaan (aktiva) dan kewajiban-kewajiban serta modal perusahaan pada suatu tanggal tertentu. Bagian aktiva dalam neraca melaporkan pengaruh keputusan investasi di masa yang akan datang. Kewajiban dan modal pemilik pada neraca melaporkan pengaruh keputusan pendanaan di masa yang akan datang. Lapora neraca ini sering disebut sebagai Balance Sheet. b. Laporan rugi laba. Laporan rugi laba adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dan biaya dari suatu unit usaha untuk periode tertentu. Selisih antara pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. Laporan rugi laba meringkas hasil kegiatan perusahaan selama periode akuntansi tertentu. Laporan ini sering dipandang sebagai laporan akuntansi yang paling penting dalam laporan tahunan. Dan diharapkan laporan rugi laba ini memberikan informasi yang berkaitan dengan tingkat keuntungan, risiko, fleksibilitas keuangan dankemampuan organisasi operasional perusahaan. c. Laporan arus kas. Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar yang utama dari suatu perusahaan selama satu periode. Laporan ini menyediakan informasi yang berguna mengenai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dan operasi, mempertahankan dan memperluas kapasitas operasinya, memenuhi kewajiban keuangannya, dan membayar dividen. Laporan arus kas adalah salah satu dari laporan keuangan dasar. Laporan ini berguna bagi manajer dalam mengevaluasi operasi masa lalu dan dalam merencanakan aktivitas investasi serta pendanaan di masa depan. Laporan ini juga berguna bagi para investor, kreditor, dan pihak-pihak lainnya dalam menilai potensi laba perusahaan. Selain itu, laporan ini juga menyediakan dasar untuk menilai kemampuan perusahaan membayar utangnya yang jatuh tempo.

Pemasaran internet melalui email, website dan jejaring sosial

12.17 Add Comment


1.    Email

Pemasaran melalui email disebut email komersial. Penggunaan emaildalam  bisnis  dapat  membantu  pengiriman  informasi  (promosi)  mengenai produk atau jasa pada receiver (penerima pesan). CAN-SPAM Act adalah sebuah hukum yang menetapkan aturan-aturan untuk email komersial.
Persyaratan utama CAN-SPAM Act
·      Dilarang menggunakan informasi header palsu atau menyesatkan

·      Mengindetifikasi bisnis secara akurat.

·      Dilarang menggunakan baris subjek yang menipu

·      Baris subjek harus mencerminkan isi pesan.

·      Identifikasi pesan sebagai iklan

·      Iklan harus diungkapkan dengan jelas dan mencolok.

·      Menyertakan lokasi keberadaan pengirim kepada penerima pesan

·     Mengikutsertakan alamat yang valid berupa pos fisik. Postersebut harus terdaftar pada Postal Service.
·      Memantau orang lain yang mengatas namakan perusahaan utama

·    Menyewa perusahaan lain untuk menangani pemasaran emailharus didasari atastanggung jawab dengan mematuhi hukum yang berlaku.
2.     Website

Websitemerupakan alamat/domain suatu perusahaan dalam internet. Dengan memiliki alamat website sendiri, maka perusahaan dapat memberikan informasi kepada pengguna internet. Website juga merupakan sarana yang mudah dan murah untuk mengkomunikasikan informasi dan promosi produk kepada konsumen
3.    Jejaring sosial

Perkembangan jejaring sosial (sosial network) sangat pesat dan memiliki jutaan anggota,  Jejaring sosialbanyak  digunakan oleh  para penggunanya untuk  menjual  produk  kepada  sesama  teman  ataupun  anggota  yang  ada dalam jaringan mereka.


Proses tawar menawar dan Taktik Permasalahan antara Perusahaan dan Karyawan

07.51 Add Comment
Pada umumnya suatu waktu setiap perusahaan pasti akan dihadapkan dengan  permasalahan  dengan  karyawannya,  dalam  bentuk  apapun,  misalnya dalam hal penetapan upah. Perusahaan tidak dapat dengan semena-mena mengambil   keputusan   secar sepiha karen pada   dasarny perusahaandipandang sebagai organisasi yang telah mengadakan kesepakatan kerja sama dengan karyawan dan menandatangani kontrak kerja. Selain itu ada koridor hukum yang diatur oleh pemerintah lewat departemen terkait yang mengatur hubungan kerja perusahaandan karyawan.
Salah satu cara untuk menyuarakan kepentingan karyawan terhadap manajemen adalah melalui pembentukan organisasi yang mewadahi seluruh karyawan organisasi sehingga mereka memiliki kekuatan tawar-menawar dengan perusahaan. Pengertian serikat buruh merujuk pada kelompok individu yang bekerja samauntuk mencapai tujuan tertentu yang terkait dengan pekerjaan. Jika serikat buruhsudah diakui secara resmi keberadaannya maka ia berperan sebagai agen tawar menawar resmi bagi pekerja yang diwakilinya. Proses tawar menawar ini disebut dengan collective bargaining, yaitu proses di mana pekerja/ karyawandan manajemen perusahaanmenegosiasikan kondisi kerja yang dihadapi.
Apabila setelah serangkaian proses collective bargaining ternyata pihak manajemen dan pekerja gagal menyepakati kontrak baru ataupun kontrak untuk menggantikan kesepakatan lama yang kadaluwarsa maka masing-masing pihak dapat menggunakan beberapa taktik tertentu sampai kebuntuan yang ada dapat dipecahkan.
v Taktik yang dapat dipakai oleh serikat pekerja adalah:

1)    Pemogokan (strike): aksi pekerja untuk sementara keluar dari tempat bekerja dan menolak untuk bekerja. Bentuk pemogokan ini dapat berupa:
·   Pemogokan ekonomi (economic strike): pemogokan yang terjadi dipicu dari kebuntuan satuatau lebih butir tawar-menawar wajib.
·   Pemogokan simpati (sympathy strike/ secondary strike): pemogokan yang terjadi untuk mendukung aksi yang dimulai oleh serikat buruh lain.
·   Pemogokan liar (wildcat strike): pemogokan yang terjadi secara tidak resmi/
tanpa wewenang dari serikat buruh
2)    Picketing:  aksi  pekerja  yang  berbaris  di  depan  pintu  masuk  pabrik  sambil mempublikasikan alasan pemogokan.
3)    Boycott aksi   pekerj yan menolak   membel produk   yan dihasilkan perusahaan.
4)    Slowdown: aksi pekerja yang tetap menjalankan pekerjaannya tetapi dengan kecepatan lebih lambat dari normal.
v Sedangkan taktik yang dapat digunakan oleh pihak manajemen adalah:
1)  Lockout: para pekerja ditolak masuk ke lokasi kerja.
2)  Strikebreakers:  digunakannya  pekerja  lain  secara  permanen  atau  temporer untuk menggantikan pekerja yang mogok.
Selain menggunakan taktik di atas, manajemen maupun pekerja dapat menempuh cara lain yang sifatnya tidak konfrontatif, yaitu dengan mengundang pihak ketiga untumembantu menyelesaikan  permasalahanyang  terjadi.  
v Cara  yang  dipakai dalam rangka akomodasi dengan bantuan pihak ketiga adalah:
1)     Mediasi: metode penyelesaian perselisihan tenaga kerja di mana keputusan pihak ketiga yang netral (mediator) bersifat tidak mengikat

2)     Arbitrasi: metode penyelesaian perselisihan tenaga kerja di mana keputusan pihak ketiga yang netral (arbitrator) bersifa mengikat dan wajib dipatuhi manajemen maupun pekerja.