Berbagai permasalahan yang dihadapi mahasiswa dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu permasalahan akademik dan permasalahan non akademik. Berikut penjelasan mengenai dua kategori tersebut :
1.Permasalahan Akademik mahasiswa
Hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan akademik tersebut, dapat dikemukakan sebagai berikut :
a.Kurang menguasai cara belajar mandiri.
b.Kurang berhasil mencerna bahan perkuliahan dan materi literatur wajib
c.Kesukaran mengatur antara waktu belajar dan aktivitas lainnya.
d.Kesukaran memperoleh buku sumber dan sumber belajar lain.
e.Kesukaran dalam menyelesaikan tugas-tugas; membuat laporan, makalah, resume, dan lain-lain.
f.Kesukaran dalam mempelajari buku-buku dalam bahasa asing (bahasa Inggris).
g.Adanya kebiasaan belajar yang tidak tepat.
h.Rendahnya rasa ingin tahu (kurang minat dalam membaca).
2.Permasalahan Non Akademik mahasiswa
Beberapa permasalahan non akademik yang mungkin dihadapi oleh mahasiswa adalah sebagai berikut :
a.Kurang berminat dengan profesi.
b.Kesulitan ekonomi/biaya kuliah.
c.Kekurangan fasilitas belajar
d.Kesulitan menyesuaikan diri; dengan teman, dosen, lingkungan tempat tinggal (bagi mahasiswa yang kos)
e.Ketegangan dengan keluarga
f.Kesulitan dengan tempat tinggal (kos dan makanan bergizi)
g.Kesulitan karena masalah-masalah pribadi
Tampilkan postingan dengan label Pelajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajar. Tampilkan semua postingan
Dampak positif perkembangan menjadi mahasiswa
Dampak positif perkembangan menjadi mahasiswa , antara lain :
1.Merasa lebih dewasa dibandingkan pada waktu masih duduk di bangku SMA, sehingga terjadi koreksi-koreksi perilaku yang dianggap lebih pantas ditampilkan
2.Mempunyai kesempatan dan waktu untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang baru dikenal dan gaya hidup yang berbeda dengan yang pernah diketahuinya.
3.Menikmati kemandirian yang lebih luas dari pengawasan orang tua dan berusaha untuk bertanggung jawab.
4.Tertantang secara intelektual oleh tugas-tugas akademik
Fakto-faktor timbulnya masalah yang dihadapi mahasiswa
Dalam kegiatan belajar dapat timbul berbagai masalah yang bersumber dari diri sendiri (faktor internal) maupun yang bersumber dari luar diri atau lingkungan (faktor eksternal). Faktor-faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.Faktor Internal
Faktor internal yang berpengaruh meliputi fisik dan psikis.
a.Yang termasuk faktor fisik antara lain: nutrisi (gizi makanan), kesehatan dan keberfungsian fisik (terutama panca indra), kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan kelesuan, mudah lelah, mudah mengantuk, kurang dapat konsentrasi. Panca indra sangat berpengaruh terhadap belajar, karena merupakan pintu gerbang masuknya informasi dari luar.
b.Yang termasuk faktor psikis antara lain: kecerdasan, motivasi, minat, sikap, kebiasaan belajar dan suasana emosi.
Bila kedua faktor tersebut tidak terpenuhi atau mengalami gangguan, kemungkinan besar individu mengalami masalah dalam belajar.
2.Faktor Eksternal
Faktor ini meliputi aspek-aspek sosial dan non sosial.
a.Faktor sosial
Faktor manusia yang hadir secara langsung (bertatap muka atau komunikasi langsung), maupun kehadirannya secara tidak langsung seperti : berupa foto, suara (nyanyian, pembicaraan telepon / sms), TV.
b.Faktor Non sosial; suhu udara (panas, dingin) waktu (pagi, siang, malam) suasana lingkungan (sepi, bising), keadaan tempat kualitas gedung, kebersihan, kelengkapan alat-alat belajar dan sebagainya.
Pendekatan-Pendekatan Pembelajaran untuk Pengorganisasian Siswa
Pendekatan pembelajaran pembelajaran untuk pendekatan siswa ini dapat dilakukan dengan melalui :
· Pembelajaran secara Individual,
Pembelejaran secara individual ini merupakan kegiatan mengajar yang menitikberatkan bantuan dan bimbingan kepada masing-masing individu. Pembelajaran dengan sistem ini bertujuan untuk :
1) Memberi kesempatan siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan sendiri.
2) Mengembangkan kemampuan individu secara optimal
· Pembelajaran secara Kelompok,
Dalam kegiatan pembelajaran seringkali dibentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3 – 8 orang. Dalam pembelajaran ini, bantuan dan bimbingan diberikan pada kelompok secara lebih intensif. Adapun tujuan pembelajaran secara kelompok ini adalah :
1) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
2) Mengembangkan sikap sosial
3) Menciptakan kegiatan kelompok yang dinamis
4) Mengembangkan kepemimpinan
· Pembelajaran secara Klasikal,
Pembelajaran dengan sisten klasikal merupakan kegiatan yang paling efisien, dan dalam pelaksanaannya membutuhkan kemampuan guru yang utama. Pembelajarn kelas ini berarti melaksanakan dua kegiatan sekaligus, yaitu :
1) Pengelolaan kelas
Pengelolaan kelas ini dilakukan dengan menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik. Masalah pengelolaan kelas dapat bersumber pada kondisi tempat belajar dan siswa yang terlibat dalam belajar.
2) Pengelolaan pembelajaran
Pengelolaan pembelajaran bertujuan untuk mencapai tujuan belajar. Selain penyusunan disain instruksional, maka pengelolaan pembelajarandapat dilakukan dengan tindakan seperti membuat tata tertib kelas, menciptakan suasana senang dalam belajar, memusatkan perhatian pada bahan ajar, mengikutsertakan siswa belajar aktif dan pengorganisasian belajar siswa sesuai dengan kondisinya.
Pembinaan Bakat dan Minat peserta didik
Sebagian peserta didik di SMP adalah anak-anak yang mempunyai bakat dan minat yang luar biasa akan tetapi belum diketahui potensinya itu oleh sekolah. Mereka tidak diketahui bakat dan minatnya secara dini dan optimal karena tidak ada wahana yang dapat digunakan untuk memunculkan bakat dan minat itudi sekolah. Oleh karena itu, salah satu tugas yang dapat dilakukan sekolah mencari dan memupuk para peserta didik yang mempunyai bakat dan minat di bidang tertentu untuk dapat berkembang secara optimal sehingga menjadi aset yang dapat dibanggakan oleh sekolah dan bahkan oleh negara dan bangsa.
Pembinaan bakat dan minat peserta didikdiharapkan dapat juga mendidik karakter peserta didiksehingga dapat menjadi manusia yang utuh.
Kegiatan yang dapat dilaksanakan sekolah dalam rangka membina bakat dan minat peserta didik adalah di bidang sains, olahraga, seni dan bahasa, seperti:
1.mendesain dan memproduksi media pembelajaran
2.mengadakan pameran karya inovatif dan hasil penelitian
3.mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah
4.membentuk klub sains, seni dan olahraga
5.menyelenggarakan festival dan lomba seni
6.menyelenggarakan festival/lomba, sastra dan budaya
7.meningkatkan daya cipta sastra
8.meningkatkan apresiasi budaya
9.memanfaatkan TIK untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran
10.menjadikan tik sebagai wahana kreativitas dan inovasi
11.melaksanakan lomba debat dan pidato
12.melaksanakan lomba menulis dan korespodensi
13.melaksanakan kegiatan English day
14.melaksanakan kegiatan bercerita dalam bahasa inggris
15.melaksanakan lomba scrabble
Kegiatan dankompetisi di bidang sains dapat membina karakter cinta ilmu, ingin tahu, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, menghargai karya dan prestasi orang lain.
Kegiatan dan kompetisi di bidang olahraga diharapkan dapat membina karakter bergaya hidup sehat, disiplin,kerjasama, menghargai karya dan prestasi orang lain, percaya diri.
Kegiatan dankompetisi di bidang seni adalah untuk membina karakter menghargai karya dan prestasi orang lain, menghargai keberagaman, nasionalis, percaya diri.
Sedangkan kegiatan dankompetisi di bidang bahasa dapat mendidiksiswa untuk mempunyai karakter santun, menghargai karya dan prestasi orang lain, menghargai keberagaman,
Langganan:
Postingan (Atom)





